KEBO NUSU GUDEL


Foto 1aoleh : Untung Sutikno*)

” Kowe aja mangan brutu, mundhak bodho. Ben mbahmu sing dhahar kang wis kebacut bodho”. Ucapan seperti itu sering kita dengar dari mulut orang tua jaman dulu. Anak-anak jaman dulu yang tidak mau menjadi bodoh tentu akan menuruti kata-kata orang tua seperti itu. Tetapi hal seperti itu tidak berlaku bagi anak-anak jaman sekarang. Jika ada orang tua yang melarang anaknya makan brutu ayam dengan alasan dapat menyebabkan kebodohan tentu akan dibantah. Ya… tentu saja ngak boleh makan brutu ayam, habis, enak sih… . Apa benar kalau gara-gara makan brutu terus menjadi bodoh? Yang menyebabkan bodoh kan kalau dia tidak mau belajar. Anak-anak jaman sekarang berbeda dengan anak-anak ABG (Angkatan Babeh Gue).
Contoh lain, dulu orang kalau makan tidak boleh sambil bicara sama sekali. Sekarang boleh-boleh saja asalkan tidak terus-terusan bicara apalagi ketika mulutnya penuh dengan makanan. Juga tidak boleh makan sambil tertawa terbahak-bahak. Dulu menulis harus seragam – mbata rubuh tur ndelpis. Tulisan harus latin atau tulisan bersambung. Sekarang manasuka, yang penting benar dan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan/EYD.
Anak-anak jaman sekarang memang banyak yang pandai, sekolahnya tinggi, dan pengetahuannya luas serta mau menggunakan teknologi informasi dan komunikasi modern. Dalam hal membeli pakaian, sepatu, buku mereka tidak mau dibelikan oleh orang tuanya. Mereka inginnya membeli sendiri, atau kalau tidak, mereka diantar oleh orang tuanya ke mall kemudian memilih sendiri barang-barang yang dibutuhkan. Naik motor harus motor yang bagus, yang gaul, yang keluaran terbaru dan sedang ngetren. Kalau makan harus bervariasi walaupun sedikit tetapi bergizi dan tiap hari harus barganti menunya.
Daya pikir anak sekarang juga banyak yang kritis. Kalau dulu anak dinasehati oleh orang tuanya, apalagi dengan suara yang keras, anak sudah ketakutan. Mau tidak mau anak harus melaksanakan apa yang dinasihatkan oleh orang tuanya. Tetapi sekarang tidak begitu. Apa yang dikatakan oleh orang tuanya akan dipertimbangkan lebih dulu. Kalau dianggap benar dan sesuai dengan keinginannya akan dilaksanakan, kalau dianggap salah belum tentu dilaksanakan. Bahkan kalau pendapat orang tua bertetangan si anak berani membantah, meskipun dengan bahasa yang sangat halus.
Orang tua jaman dulu sedikit sekali yang bisa menikmati sekolah. Banyak di antara mereka yang buta huruf. Setelah pemerintah melaksanakan progran wajib belajar banyak gedung sekolah baru dibangun. Pengangkatan guru secara besar-besaran juga dilakukan. Angka partisipasi pendidikan meningkat. Sehingga tidak mustahil kalau kalau pendidikan anak-anak jaman sekarang lebih tinggi daripada orang tuanya. Pengetahuan anak lebih luas. Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi juga lebih baik. Makanya, orang tua yang mengalami kesulitan tidak jarang yang meminta bantuan kepada anaknya. Jika ada hal yang belum diketahui bertanya kepada anaknya. Ibaratnya, orang tua diajar oleh anaknya. Dulu orang tua yang memberi pelajaran kepada anaknya. Sekarang banyak orang tua yang minta diajari oleh anaknya. Kondisi seperti itu yang dinamakan “Kebo nusu gudel”.
Fenomena kebo nusu gudel banyak dialamai oleh para orang tua atau generasi tua (dalam hal ini diumpamakan kebo = kerbau) yang ilmu pengetahuan dan pengalamannya tidak up to date, usang atau tidak njamani. Mereka adalah yang merasa bahwa segala kemajuan jaman yang sedang berkembang dianggap bukan hal penting untuk diikuti. Mereka merasa nyaman dengan ilmu pngetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki, tanpa harus mengakses perkembangan iptek dan hal-hal baru, sekalipun hal itu berkaitan dengan profesinya. Sebagai contoh, guru senior yang masa kerjanya sudah lama sangat sulit diajak belajar menggunakan komputer di sekolahnya.
Di sisi lain para anak muda atau generasi muda (dalam tulisan ini diumpamakan gudel = anak kerbau) lebih agresif, terbuka terhadap perkembangan jaman, selalu mengikuti trend-trend baru yang berkembang di masyarakat memiliki peluang lebih banyak untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasannya. Sebagai contoh, guru-guru yang berusia muda lebih mudah diajak mempelajari dan menggunalan komputer di sekolahnya untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari.
Seiring dengan berjalannya waktu, jurang pemisah generasi tua dan generasi muda semakin jauh. Kebo selalu ketinggalan oleh gudel. Tanpa disadari sering terjadi kebo nusu gudel, walaupun harus mengorbankan harga dirinya.
Oleh karena itu orang tua jaman sekarang harus selalu mengikuti perkembangan jaman agar wawasan dan pengetahuannya tidak ketinggalan oleh anak-anaknya. Semua itu bisa dilakukan melalui aktivitas membaca surat kabar, majalah, nonton berita di televisi, ataupun mencari informasi lewat media internet. Orang harus mau mengenali teknologi informasi dan komunikasi. Orang tua juga harus waspada terhadap penggunaan handphone/HP berkamera.
Bukan rahasia umum kalau anak-anak remaja banyak yang menggunakan HP kamera untuk hal-hal yang bertentangan dengan norma kesusilaan, misalnya untuk mendowload, menyimpan dan bertukar film-film porno dalam format 3GP. Jadi ketika si anak akan berbuat yang melanggar kaidah dan norma-norma hidup, orang tua akan mudah memberinya bimbingan dan arahan agar anak tidak tersesat jalannya. Hal ini perlu dilakukan agar anak tidak menjadi gudel yang pinter keblinger, yakni menyalahgunakan kepinterannya untuk hal-hal yang melanggar norma-norma hidup. Waspadalah, waspadalah…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pasrah

Hampir tak ada beda
Antara pasrah dan putus asa
Keduanya hanya bisa dirasa
Namun tak bisa diraba
Kepasrahan adalah penyerahan
Setelah terkumpul semua usaha
Keputusasaan adalah penyerahan
Setelah semua usaha dianggap sia-sia

%d blogger menyukai ini: