Menulis itu Gampang atau Susah?


aku_penulisBagian ke-1

Benarkah menulis itu gampang?
Arswendo pernah menulis buku “Mengarang itu Gampang” — dalam kaitannya dengan penulisan buku, cerpen, dan sejenisnya. Tetapi bagi banyak orang termasuk aku, menulis adalah pekerjan yang sangat sulit. Apalagi jika yang ditulis adalah sesuatu yang harus mengikuti aturan, sesuatu yang harus ilmiah, sesuatu yang harus baku, sesuatu yang harus memberi pencerahan, sesuatu yang harus indah, sesuatu yang harus update, sesuatu yang harus berguna dan sesuatu yang harus lainnya. Pokoknya ketika aku akan menulis aku sering merasakan kesulitan. Setidaknya itulah yang aku sampai saat ini.

Aku mulai menulis
Beberapa bulan yang lalu, tepanya pada bulan April 2008 mulai menggunakan komputer pribadiku untuk akvitas browsing di internet. Aku menggunakan HP Sony Ericson K 310i milikku yang sebagai modemnya menggunakan yang dikoneksikan ke komputer menggunakan infrared. Maklumlah… aku tinggal di daerah pedsaan yang nggak ada jaringan telepon. Beruntung di dekat desaku ada menara telepon sehingga sinyalnya cukup kuat. Melalui bantuan seorang teman yang tahu tentang programing komputer, jadilah komputerku sebuah internet. Aku mulai senang melakukan browsing, download dan kopi paste beberapa artikel, opini, makalah dan info-info penting lainnya. Aku mulai mengenal makhluk yang bernama internet. Aku mulai gandrung dan jatuh cinta kepada internet.

Melalui internet aku mengenal seorang yang memotivasi aku untuk menulis. Dia adalah Solihin. melalui tulisannya dia banyak memberikan tips dalam menulis. Aku pun mulai merasakan getaran yang kuat dalam dadaku. Getaran itu bernama ”akau akan menulis”. Tetapi, apa yang akan kutulis, aku tidak tahu. Yang penting aku ingin menulis. Karena kata Solihin menulis itu gampang.
Kemudian aku mencoba untuk menulis. Namun aku kembali menjumpai makhluk yang bernama “menulis itu tidak gampang”. Jadi, omong kosong kalau menulis itu gampang. Aku nggak setuju dengan unghkapan bahwa menulis itu gampang. Aku hanya tahu bahwa setiap kali aku ingin menulis, aku selalu bingung memulainya. Harus dari mana aku memulai menulis. (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pasrah

Hampir tak ada beda
Antara pasrah dan putus asa
Keduanya hanya bisa dirasa
Namun tak bisa diraba
Kepasrahan adalah penyerahan
Setelah terkumpul semua usaha
Keputusasaan adalah penyerahan
Setelah semua usaha dianggap sia-sia

%d blogger menyukai ini: