ISLAMISASI DAN MASYARAKAT PASAR: Sufisme dan Sejarah Sosial Kota Sokaraja

Jumat, 15 September 2006

Oleh: Luthfi Makhasin
Anggota Forum Lafadl, Faculty of Asian Studies (Southeast Asian Studies)
The Australian National University
Canberra-ACT, Australia

Menjelaskan sejarah sosial sebuah kota kecil dengan segala dinamika sosialnya selama rentang waktu kurang lebih 175 tahun bukanlah pekerjaan yang ringan, jika bukan malah sebuah kemustahilan. Referensi dan data tentu saja adalah persoalan berat yang harus dipecahkan untuk bisa memberikan analisa komprehensif tentangnya. Di sisi lain, pilihan metode etnografis juga membawa persoalan sendiri karena keasyikan memberikan “thick description” seringkali melenakan keperluan untuk berjaga dan memberikan analisis kritis terhadap objek pengamatan.

Studi ini adalah sebuah ikhtiar untuk memberikan penjelasan tentang kaitan erat antara institusi dan pandangan keagamaan dalam turut membentuk perubahan sosial ekonomi masyarakat. Dengan mengambil kasus gerakan tarekat, studi ini ingin membangun argumen bahwa agama bukan hanya merupakan ekspresi kesolehan personal tapi juga mencerminkan prestis cultural, status sosial dan pembedaan berbasis kelas dari para penganutnya. Disamping itu, agama membentuk kesadaran, kontruksi kognitif, dan juga sumber referensi tindakan individual dan kolektif dalam berhubungan dengan dunia material dan sosial.
Lagi

Iklan

APA YANG DIMAKSUD PINTU SURGA DIBUKA, PINTU NERAKA DITUTUP JIKA BULAN RAMADHAN TIBA?

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Bahwa Rasulullah saw telah bersabda:
”Apabila datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka serta syaitan di belenggu.” (HR Muslim).
Al Qadhi mengatakan: “Pengertian dibukanya semua pintu surga oleh Allah SWT bagi para hamba-Nya adalah agar senantiasa berbuat taat pada bulan tersebut, yang mana kesempatan itu tidak terdapat pada bulan-bulan lainnya. Yaitu seperti shalat tarawih dan berbagai amal kebajikan lainnya serta upaya untuk menghindari berbagai macam pelanggaran. Semua ini merupakan kunci, sekaligus pintu untuk dapat memasuki surga Allah. Sedangkan ditutupnya seluruh pintu neraka dan dibelenggunya syaitan mengandung pengertian supaya manusia menghindari berbagai macam pelanggaran.
Lagi

PERKEMAHAN HARI PRAMUKA KE-48 TAHUN 2009 KWARRAN LOSARI KABUPATEN BREBES

Salam Pramuka.

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka yang jatuh pada tangal 14 Agustus 2009, Kwartir Ranting Kecamatan Losari Brebes mengadakan kegiatan perkemahan selama tiga hari yakni tanggal 13 Agustus sampai dengan tanggal 15 Agustus 2009. Kak H. Munaseh selaku Ketua Panitia

2 upacara

Perkemahan melaporkan bahwa perkemahan ini diikuti oleh 57 gudep SD dan 4 Gudep SMP. Jumlah Peserta perkemahan seluruhnya 2186 anggota pramuka penggalang yang terdiri dari 1099 laki-laki dan1087 perempuan dari Penggalang SD serta 65 laki-laki dan 63 perempuan dari Penggalang SMP. Sedangkan pembina gudep yang ikut dalam perkemahan seluruhnya 305 orang. Kegiatan ini diadakan di lapangan desa Rungkang Kecamatan Losari Kabupaten Brebes.
Lagi

Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2009

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik profesional. Untuk itu, guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik minimal Sarjana atau Diploma IV (S-1/D-IV) yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran.
Lagi

Monitoring dan Evaluasi Sertifikasi Guru Tahun 2009

Sertifikasi guru dimulai tahun 2007 dan sampai dengan tahun 2009 ini telah disediakan kuota 600.450 guru untuk mengikuti sertifikasi guru. Tahapan pelaksanaan sertifikasi guru dimulai dari penetapan kuota, penetapan peserta, penyusunan dokumen portofolio, sampai pada tahap penilaian portofolio di perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi guru yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan program sertifikasi guru ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan.
Lagi

pasrah

Hampir tak ada beda
Antara pasrah dan putus asa
Keduanya hanya bisa dirasa
Namun tak bisa diraba
Kepasrahan adalah penyerahan
Setelah terkumpul semua usaha
Keputusasaan adalah penyerahan
Setelah semua usaha dianggap sia-sia

%d blogger menyukai ini: