SEPI


Sepi malam ini gerimis turun
Berteman dingin dan angin semilir
Tidurku terbangun
Mimpiku terputus

Sepi malam ini sangat berarti
Dalam segenggang harapku yang kian mati
Kudengar bisik nurani hati
Menjerit lirih … Lirih sekali

Wahai diri yang kotor
Ke mana akan kau pergi
Jika kau temui persimpangan jalan
Ke mana akan kau pergi
Ke mana kau tentukan tujuan
Jika kau temui kebimbangan

Brebes, 7 Desember 2009

2 Komentar (+add yours?)

  1. Kahar S. Cahyono
    Des 15, 2009 @ 12:44:44

    Salam kenal. Saya kira, ini adalah puisi yang berkesan

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pasrah

Hampir tak ada beda
Antara pasrah dan putus asa
Keduanya hanya bisa dirasa
Namun tak bisa diraba
Kepasrahan adalah penyerahan
Setelah terkumpul semua usaha
Keputusasaan adalah penyerahan
Setelah semua usaha dianggap sia-sia

%d blogger menyukai ini: