MENGATASI KECEMASAN

JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang mahasiswa S2, koordinator kelas, sebutlah namanya Christin, membuat teman-teman sekelasnya terheran-heran. Pasalnya, Christin yang aktif, senang bercanda, dan memiliki postur tubuh bak atlet itu ternyata memiliki kecemasan yang irasional, hanya karena mendengar kata “kecoak”.
Dengan muka tegang ia sibuk menutup telinga dengan saputangan tebal ketika teman-temannya bicara tentang kecoak. Ironis kedengarannya. Kenyataannya, keadaan seperti ini benar-benar dialami oleh sebagian dari kita, meski dengan intensitas dan objek yang berbeda-beda.
Kecemasan merupakan salah satu bentuk emosi negatif. Baik bersifat rasional maupun irasional ini merupakan persoalan tersendiri bagi yang mengalaminya. Oleh sebab itu, kita perlu memiliki keterampilan untuk mengatasinya.
Apa itu Kecemasan? Lagi

Akhir Sebuah Drama Century

detikcom – Kamis, 4 Maret
Pansus Angket Century akhirnya menghasilkan kesepakatan. Lewat lobi-lobi yang alot serta hujan interupsi, akhirnya voting terbuka menutup polemik selama berbulan-bulan ini dengan sebuah keputusan: opsi C. Artinya, kebijakan pemberian FPJP dan PMS kepada Bank Century serta pelaksanaannya bermasalah.

Sebanyak 325 anggota DPR memilih opsi C, sementara yang kontra, yakni yang menganggap kebijakan pemberian FPJP dan PMS kepada Bank Century serta pelaksanaannya sudah tepat untuk menyelamatkan perekonomian nasional hanya didukung 212 suara.

Bagi partai pendukung opsi C seperti Golkar, PDIP, PKS, Gerindra dan Hanura, tepilihnya opsi C ini bukan hal aneh. Sebab dari awal mereka memang terang-terangan memilih opsi C. Tapi bagi PPP, sikap mereka yang belakangan juga memilih opsi C menjadi tanda tanya besar, kenapa partai koalisi berlambang ka’bah ini ikut ‘melawan’ the rulling party’? Lagi

DPR Akui Adanya Krisis

Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa kebijakan penyelamatan Bank Century adalah keputusan yang diambil di tengah-tengah puncak krisis ekonomi yang melanda dunia pada akhir 2008.

Saat itu, kata Presiden dalam pidatonya di Istana Merdeka, Kamis (4/3) malam, pemberitaan media cetak dan elektronik menggambarkan bahwa seluruh dunia tengah merasakan hantaman gelombang tsunami ekonomi. Karena itu, tidak mengherankan pada November 2008, para anggora DPR, termasuk yang kini menjadi anggota Dewan kembali, menyuarakan kecemasan ancaman global.

Selanjutnya, sesuai dengan harapan anggota DPR saat itu, pemerintah segera mengambil langkah cepat dan strategis. Di antaranya dengan menerbitkan tiga peraturan pemerintah penganti undang-undang (Perppu) untuk menghadapi krisis. Menurut Presiden, sesuai UUD 45, Perppu diterbitkan karena ada krisis atau kegentingan.

Ketika itu, DPR sependapat dengan pemerintah. Lembaga ini menyetujui Perppu perbaikan peraturan bidang keuangan dan perbankan. “Itu maknanya DPR mengakui ada kegentingan dan krisis dan perlu pengambilan keputusan di masa krisis,” ujar Presiden.

Adanya persepsi yang sama antara DPR dengan pemerintah, justru kini dilupakan. Sepertinya, sebab-sebab yang melatarbelakangi tindakan terhadap Centruy menjadi kabur. “Sayang sekali dalam proses perdebatan Pansus Angket Century sering dilupakan detik-detik sulit ketika keputusan penyelamatan Century dilakukan,” kata Presiden [baca: Akhir Drama Century].(IAN)

Ini Poin-poin Penting Pidato SBY Soal Century

VIVAnews – Pada Kamis 4 Maret 2010 malam, Presiden Bambang Yudhoyono memberikan tanggapan atas putusan DPR terkait kasus Bank Century. DPR, melalui voting, memutuskan ada dugaan pelanggaran dalam kasus Century.

Apa saja yang disampaikan SBY? Ini poin-poin pentingnya:

SBY meminta kasus Bank Century diselidiki tuntas

“Berangkat dari niat untuk mencari kebenaran yang utuh dan hakiki itulah, saya menyambut baik dan mendorong dilakukannya penyelidikan yang setuntas-tuntasnya atas kebijakan penyelamatan Bank Century.”

“Apalagi ketika itu berkembang pandangan yang didasarkan kepada syak wasangka bahwa terdapat aliran dana Century kepada sejumlah orang dan atau organisasi tertentu, yang tentu saja hal itu tidak boleh terjadi.”

SBY soal dugaan dana bailout Century untuk mendanai pasangan capres

“Saya bersyukur dengan kerja Panitia Angket DPR kebenaran sejati itu telah terungkap. Berdasarkan keterangan resmi lembaga negara yang berwenang termasuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Bank Indonesia yang disampaikan di depan sidang-sidang Panitia Angket jelas-jelas ditegaskan bahwa tuduhan adanya penyertaan modal sementara kepada Bank Century telah disalahgunakan untuk menyokong tim kampanye pasangan Capres- cawapres tertentu “nyata-nyata tidak terbukti” dan memang tidak pernah ada.
Lagi

pasrah

Hampir tak ada beda
Antara pasrah dan putus asa
Keduanya hanya bisa dirasa
Namun tak bisa diraba
Kepasrahan adalah penyerahan
Setelah terkumpul semua usaha
Keputusasaan adalah penyerahan
Setelah semua usaha dianggap sia-sia

%d blogger menyukai ini: