Kejahatan berkedok pembeli, hati-hati terhadap orang berdasi


Seoranglelaki gagah berpakaian rapi dan berdasi turun dari becak di sekitar kerumunan para tukang ojek di daerah Jatibarang-Brebes. Orang tersebut bertanya kepada mereka apakah ada rumah yang akan dijual. Rumah tersebut harus cukup besar dan mempunyai pekarangan atau halaman yang cukup luas. Katanya rumah tersebut akan digunakan untuk sebuah kantor perusahaan.
Para tukang ojek tersebut sontak merasa senang dengan pertanyaan tersebut karena mereka mengetaui bahwa apa yang dicari orang tersebut ada di desanya. Kemudian beberapa tukang ojek itu pun menunjukkan kepada orang tersebut lokasi rumah yang akan dujual.
Kebetulan pemilik rumah tersebut ada di rumah. Tawar menawar terjadi.Akhirnya ada kesepakatan harga jua beli rumah beserta tanah pekarangannya. Orang tersebut menjanjikan kepada penjual rumah bahwa uangnya akan diambil nanti pukul satu siang di bank. Kemudian orang tersebut meminta kepada para tukang ojek agar dicarikan dua orang pemuda untuk dijadikan satpam di kantornya nanti. Mereka pun bersemangat mencari , bahkan seroang diantaranya menawarkan agar dirinya bisa diterima menjadi satpam. Kemudian setelah ada dua orang yang bersedia menjadi satpam, orang tersebut langsung meminta aga mereka berdua mulai bekerja hari ini.

  • Pekerjaan pertama adalah membabat pohon pepaya yang ada di pekarangan rumah yang baru aja dibelinya. Alasannya tempat tersebut akan dijadikan tempat penyimpanan barang dan tempat parkir mobil. Merekapun bersemangat melakukan tugas membabat pepohonan pepaya. Setelah capai, mereka diminta istirahat dan makan di warung makan dekat rumah tersebut. Mereka dipersilakan makan sesukanya dan yang akan membayari adalah orang yang membeli rumah tersebut. Tidak hanya makan, rokok pun mereka diperbolehkan mengambil satu bungkus kesukannya.
    Setelah pekerjaan membabat tanaman pepaya selesai, si pembeli rumah minta dicarikan sepeda motor yang akan dijual. Tapi dia minta yang kondisinya masi 80% baik. Kedua orang yang akan dijadikan satpampun bersemangat mencarikan motor. Apalagi satu diantara mereka adalah seroang bengseng/ makelar motor. Maka dalam waktu singkat motorpun berhasil dihadirkan. Tawar menawar terjadi. Harga diakati dalam waktu singkat. Tetapi pembayarannya nanti setelah dia mengambil uang di bank pada pukul satu siang. Kemudian motor dicobanya. STNK nya diminta karena dia takut kalau ada polisi dan kena tilang. Namun berrrrrrrrrrrrr…. Orang tersebut kabur dan tak pernah kembali lagi. Apa yang dijanjikan pukul satu siang ternyata hanya tipuan belaka.
    Akibat perbuatan orang berdasi itu, pemilik rumah mengalami kerugian besar karena kebun pepayanya rusak. Pemilik warung rugi besar, rokok, makaanan dan minuman tidak dibayar. Dan yang paling sial pemilik motor yang motornya dibawa kabur.

    Seperti diceritakan oleh tukang cukur di Jatibarang-Brebes kepada penulis

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    pasrah

    Hampir tak ada beda
    Antara pasrah dan putus asa
    Keduanya hanya bisa dirasa
    Namun tak bisa diraba
    Kepasrahan adalah penyerahan
    Setelah terkumpul semua usaha
    Keputusasaan adalah penyerahan
    Setelah semua usaha dianggap sia-sia

    %d blogger menyukai ini: